Rangkuman
PAK kelas X
Secara psikologi
dibedakan 6 aspek perkembangan pada manusia:
1.
Aspek fisik/jasmani
(sudah mengalami perkembangan secara fisik dan memelihara fisik dengan baik)
2. Aspek
intelektual/berpikir (menggunakan akal budi untuk melakukan
penilaian dan dalam menghadapi masalah)
3. Aspek
emosi
(mampu mengendalikan perasaan dengan cara dan alasan yang tepat)
4. Aspek
sosial
(mampu menempatkan diri sedemikian rupa)
5. Aspek
moral
(berperilaku sesuai dengan nilai moral yang berlaku secara universal)
6.
Aspek spiritual
(memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan)
Ada beberapa
alasan yang mendasari manusia takut akan Tuhan, diantaranya adalah:
1.
Allah itu Kudus (manusia sadar akan
kekudusan, keadilan dan kebenaranNya sebagai pasangan terhadap kasih dan
pengampunanNya) Amsal 2:5
2. Allah
layak mendapat hormat (manusia memandang Tuhan dengan penuh kekaguman,
menghormati dan mengagungkanNya sebagai Allah. Keluaran. 20:18-19; Ulangan
5:22:27. seperti tertulis dalam perintah ketiga dalam Dasa Titah (10 perintah
Allah)
3. Allah
memiliki Kuasa (manusia percaya menaruh iman untuk diselamatkan. Keluaran
14:31)
4. Allah
adalah awal dari segala pengetahuan (pemahaman manusia dalam menyikapi hidupnya
di dunia).
Masa remaja
adalah masa terjadinya proses pencarian dan pemantapan sifat serta kebiasaan
yang akan menjadi ciri khas seseorang.
Gaya funky:
penampilan yang bertujuan mengundang perhatian orang lain dan dianggap hebat
oleh yang melakukannya
Faktor-faktor
yang berperan dalampembentukan karakter:
1.
Pola asuh orang tua
2. Pengalaman
masa lalu
3. Norma
masyarakat
4. Lingkungan
Dalam
psikologi komunikasi dikenal apa yang disebut dengan jendela Johari yang terdiri dari 4 jendela untuk melihat
siapa diri kita/untuk pengenalan akan diri sendiri.
|
Daerah Terbuka
|
Daerah Tersembunyi
|
|
Hal-hal yang ada dalam diri kita
tetapi kita tidak keberatan diketahui oleh orang lain. (kita lebih banyak
berperilaku sesuai dengan tuntutan orang-orang disekitar kita, exp. ramah)
|
Hal-hal terdalam dari diri kita yang
kita simpan rapat-rapat dan tidak ingin diketahui orang lain. (impian,
harapan, rasa malu, rasa takut, khawatir, dll)
|
|
Daerah Buta
|
Daerah Tidak Dikenal
|
|
Hal-hal dari diri kita yang menjadi
bahan gossip bagi orang lain terhadap diri kita. (sifat-sifat buruk kita yang
biasanya telah diketahui orang-orang disekitar kita).
|
Hal-hal
yang membuat kita penasaran, karena hal-hal ini sama sekali tidak kita
ketahui/hanya Tuhan yang tahu. (kapan dan bagaimana cara saya meninggal,
siapa jodoh saya, dll)
|
Karakter orang
dengan Konsep diri positif menurut D.E. Hamachek:
1.
Mampu bertindak benar
2.
Sanggup menerima dirinya
3.
Memiliki keyakinan dan kemampuan untuk
mengatasi masalah
4.
Memiliki keyakinan terhadap pendapatnya
5.
Merasa setara dengan orang lain
6.
Menerima pujian secara wajar
Karakter orang
dengan Konsep diri negatif menurut William D. Brooks dan Philip
Emert:
1.
Peka terhadap kritik 3.
Hiperkritis
2.
Responsif terhadap pujian 4.
Pesimis
Penggolongan
jenis berpikir menurut Edward de Bono:
1.
Berpikir faktual atau informatif
2.
Berpikir secara emosi
3.
Berpikir mengenai ketepatan
4.
Berpikir mengenai keuntungan
5.
Berpikir mengenai ide-ide baru
6.
Berpikir mengenai berpikir itu sendiri
Tahapan-tahapan
dalam berpikir berpikir:
1.
Orientasi
(mengidentifikasi/merumuskan masalah)
2.
Preparasi (mengumpulkan
sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah)
3.
Inkubasi (membiarkan
pikiran beristirahat sejenak saat berhadapan dengan jalan buntu)
4.
Iluminasi (serangkaian
pikiran terdalam yang diyakini dapat digunakan dalam pemecahan masalah)
5.
Verifikasi
(menguji/menilai secara kritis pemecahan masalah)
Tipe manusia
menurut Paul G. Stolzt:
1.
Quitter (mudah
menyerah)
2.
Camper (berjuang
setengah-setengah)
3.
Climber (tidak mudah
menyerah/gigih)
Fungsi keluarga
secara umum:
1.
Reproduksi (wadah resmi untuk melahirkan
anak sebagai generasi penerus keluarga)
2.
Pengaturan seksual (pasangan
suami/isteri memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berhubungan seksual)
3.
Sosialisasi (orang tua wajib mengajarkan
tentang norma dan nilai yang berlaku dimasyarakat)
4.
Afeksi (anggota keluarga wajib saling
mengasihi dan menerima baik kelebihan maupun kelemahan anggota keluarga)
5.
Status (seluruh anggota keluarga akan
menerima status mereka masing-masing. Exp. Sebagai isteri, suami ataupun anak)
6.
Perlindungan (anak-anak yang lahir
berhak menerima perlindungan dari orang tua)
7.
Ekonomi (suami bertanggung jawab
mencukupi kebutuhan ekonomi anggota keluarga)
Fungsi keluarga
menurut Alkitab:
1.
Mengolah alam semesta (Kejadian 1:28)
2.
Lembaga pendidik pertama dan utama
(Ulangan 6:4-9)
3.
Wadah bagi anggotanya untuk
mengekspresikan cinta, kesetiaan dan saling menghormati (Efesus 5:22-6:4)
Fondasi
dalam keluarga Kristen:
1.
Memprioritaskan Kristus dalam hidup
2.
Saling mengasihi dan menghormati
3.
Cinta kasih tanpa batas
4.
Empati dan simpati antar sesama anggota
keluarga
Dasar
Keluarga Kristen
Perkawinan menurut Alkitab
Ø Kejadian
2:18: “Tuhan
Allah berfirman: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan
menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Landasan
perkawinan Kristen adalah penolong yang sepadan, maksudnya seorang suami/isteri
merupakan pasangan yang harus menjadi penolong yang sepadan. Alkitab mengatakan
“saling” jadi bukan hanya satu tetapi kedua belah pihak harus saling menolong.
Ø Kejadian
2:24“Sebab
itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Pernikahan pertama di bumi diberkati
langsung oleh Tuhan melalui bersatunya Adam dan Hawa. Demikianlah pernikahan
Kristiani mengharusnya pasangan menjadi satu daging, sehingga setelah diberkati
menjadi sepasang suami/isteri mereka menjadi “satu daging” yang artinya menjadi
dua pribadi sehati. Kedua belah pihak saling memahami, mengambil keputusan
bersama dan menghadapi masalah hidup secara bersama-sama.
Fungsi Keluarga:
Keluarga
inti adalah ibu, ayah dan anak-anak. Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat.
Ø Menurut
sosiolog fungsi keluarga adalah:
· Reproduksi
(meneruskan keturunan)
· Pengaturan
seksual (memiliki hak dan kewjiban melakukan hubungan seksual dengan pasangan)
· Sosialisasi
(mengajarkan kepada anak tentang agama yang diyakininya,serta norma dan nilai
yang berlaku di masyarakat)
· Afeksi
(suami isteri saling mengasihi, menerima dan menghargai juga terhadap
anak-anak)
· Status
(baik sebagai isteri ataupun suami)
· Perlindungan
(anak-anak yang lahir mendapatkan perindungan dari orang tua)
· Ekonomi
(suami sebagai kepala keluarga bertanggung jawab memberi nafkah keluarganya)
Ø Menurut
Alkitab fungsi keluarga adalah:
· Mewakili
Allah dalam mengolah alam semesta
Kejadian 1:28:
“Allah memberkati
mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: beranak cuculah dan bertambah
banyak; penuhilah bumi dan tahlukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut
dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”
· Menjadi
lembaga pendidik pertama dan utama
Ulangan 6:4b-7:
“Tuhan Allah itu
Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan
kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu
dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang
dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
·
Menjadi wadah bagi anggotanya dalam
mengekspresikan cinta, kesetiaan dan saling menghormati
Efesus 5:22-6:4:“Kasih
Kristus sebagai dasar hidup suami isteri (5:22-33), dan kamu, bapa-bapa,
janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka
di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (6:4)
Di
dalam keluarga manusia pertama kali belajar tentang arti kasih dan penerimaan,
kerja sama, toleransi, solidaritas, keadilan, kebenaran dan empati.
Keluarga
Kristen adalah gambaran dari keluarga Allah, saling mengasihi, saling setia dan
saling menghormati. Tidak dibenarkan adanya perceraian dalam keKristenan,
apapun yang menjadi alasannya.
Matius 19:5-6:“dan
firman-Nya: sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan
ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
keduanya menjadi
satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua,
melainkan satu.
Karena itu apa yang telah disatukan oleh Allah,
tidak boleh
diceraikan manusia.”
4 hal
yang menjadi fondasi kuat dalam keluarga Kristen:
1.
Memprioritaskan Kristus dalam hidup
Saling mengasihi
dan menghormati diantara suami isteri, anak terhadap orang tua, orang tua
terhadap anak, serta seluruh anggota keluarga
PACARAN
MENURUT IMAN KRISTEN
Batasan-batasan berpacaran remaja
Kristen, terdapat dalam ajaran-ajaran Tuhan, dimana perbuatan-perbuatan yang
merupakan kenajisan bagi Tuhan harus dihindari.
Kolose 3:5
“karena itu
matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabula,
kenajisan, hawa
nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan
penyembahan
berhala.”
Pada
dasarnya Tuhan sudah menuliskan hukum dan batasan-batasan kehidupan itu dalam
hati setiap umat-Nya.dan hal inilah yang menjadi dasar bagi remaja Kristen
sebagai umat Tuhan untuk melakukan segala sesuatu yang benar di hadapan Tuhan,
termasuk dalam gaya berpacaran remaja Kristen.
Firman
Tuhan dalam surat Ibrani 8:10b menuliskan:
“Aku
akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam
hati
mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-
Ku”
Ketika
diperhadapkan dengan berbagai pilihandan tantangan dalam kehidupan dan
pergaulan remaja, khususnya dalam usaha diterima sebagai remaja “modern”
(dengan gaya hidup bebas, misalnya: free seks, narkoba), sebenarnya suara Tuhan
telah berbicara melalui akal budi dan hati kecil remaja Kristen. Jadi,
batasan-batasan berpacaran remaja Kristen intinya tidak ada larangan yang pasti
misalnya: dilarang berciuman, tetapi setiap remaja Kristen akan melakukan
tindakan-tindakan dalam pergaulan bersama pacar, harus berdasarkan hukum Tuhan. Jika tindakan tersebut merupakan
kenajisan bagi Tuhan maka jangan pernah melakukan tindakan tersebut. Bukankah
hakikat berpacaran adalah belajar mengenal diri sendiri melalui orang lain
(diluar orang tua dan keluarga) yang didasari oleh perasaan cinta. Bukankah
Tuhan berfirman “kuduslah engkau sebab Aku kudus”.
Firman Tuhan dalam Keluaran 20:1-17
berisi 10 perintah Allah, yang diantaranya adalah:
Ø Perintah
ke 8 “Jangan Berzinah”
Kesimpulan:
Batasan-batasan berpacaran remaja
Kristen:
1. Berpegang
pada hukum Tuhan
2. Menghindari
hal-hal yang pada akhirnya membawa kepada perbuatan yang merupakan kenajisan
bagi Tuhan
3. Perhatikan
norma-norma Kristiani (yang terdapat dalam 10 perintah Allah)
I.
Menjadi
Murid Yesus Kristus
a. Mewujudkan
IdentitasSebagai Murid Yesus Kristus
Seorang yang mau menjadi murid, harus bersedia
memenuhi syarat-syarat yang diajukan oleh gurunya. Demikian menjadi murid Yesus
Kristus, selain syarat Yesus juga meminta agar murid-murid-Nya mau melakukan
kehendak-Nya yaitu: mewujudkan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama
(Matius 22:37-40; Lukas 10:33-37) dan juga menjadi saksi Injil (Matius
28:19-20)
b. Syarat
menjadi murid Yesus Kristus (Lukas 9:22-26; 14:25-33)
1.
Menyangkal
Diri
(Matius 16:24). Menyatakan “tidak” pada diri kita untuk hal-hal yang
bertentangan dengan Firman Tuhan (Galatia 2:20).
2.
Mengutamakan
Yesus Dalam Hidup (Lukas 14:26). Ketika menjadi murid
Yesus, komitmen kita terhadap Yesus lebih diutamakan.
3.
Memikul
Salib
(Matius 5:10-12; Filipi 1:29). Harus rela menderita demi iman kepada Yesus.
4.
Mengikut
Dia
(Lukas !*:22). Mengikuti teladan, ajaran dan kehendak Kristus.
4.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar